Toponym: Ketika Nama Menjadi Ruang
Sebuah tempat tidak pernah benar-benar kosong. Bahkan sebelum ia dipetakan, sebelum ia masuk ke dalam atlas atau sistem koordinat, manusia telah lebih dahulu memberinya nama. Sejak saat itu, ruang berhenti menjadi sekadar bentang alam. Ia menjadi sesuatu yang dapat diingat, diperebutkan, dan dimaknai. Kita menyebut nama-nama itu setiap hari—Jakarta, Yogyakarta,Continue Reading






