Ada masa ketika nama pesantren di Indonesia terasa sangat dekat dengan tanah. Ia tidak terdengar asing, tidak berjarak, dan tidak perlu diterjemahkan. Nama-nama seperti Tebuireng, Tambakberas, Lirboyo, Maskumambang—semuanya lahir dari tempat, dari lanskap, dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang mengitarinya. Pesantren, pada masa itu, tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi jugaContinue Reading

Sebuah bangsa tidak pernah lahir hanya dari wilayah. Ia lahir dari kesepakatan—tentang sejarah, tentang identitas, dan tentang bagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal dapat merasa menjadi bagian dari sesuatu yang sama. Namun, sebelum semua itu dapat dibayangkan, bangsa membutuhkan satu hal yang lebih sederhana: nama. Nama membuat sesuatu yang luasContinue Reading

Sebelum ada negara, sebelum ada kota, bahkan sebelum ada sejarah tertulis, manusia telah lebih dahulu memberi nama pada alam. Gunung, sungai, laut—semua yang tampak begitu besar, begitu kuat, dan sering kali tak terjangkau—dipanggil dengan nama. Bukan untuk dimiliki sepenuhnya, tetapi untuk dipahami. Dalam momen itu, penamaan bukanlah tindakan administratif, melainkanContinue Reading

1 2