Di rak-rak kafe modern, kata Arabica sering hadir dengan aura premium. Ia diasosiasikan dengan kualitas tinggi, rasa kompleks, dan pengalaman minum kopi yang “lebih halus.” Banyak orang mengucapkannya dengan keyakinan bahwa ini adalah kopi “dari Arab,” atau setidaknya kopi yang memiliki asal-usul kuat di dunia Arab. Namun, seperti banyak namaContinue Reading

Di banyak kota dunia hari ini, kita bisa menemukan kata halal dan kosher berdiri berdampingan di etalase restoran, kemasan makanan, hingga aplikasi pengantaran. Kata-kata itu tampak sederhana—bahkan sering dianggap sekadar label diet atau preferensi. Namun dalam perspektif culinary onomastics, keduanya adalah contoh kuat bagaimana nama makanan tidak hanya menjelaskan apaContinue Reading

Ada sesuatu yang janggal ketika kita menyebut seekor burung dengan nama sebuah negara. Dalam bahasa Inggris, ia disebut turkey. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenalnya sebagai kalkun. Sementara dalam bahasa Turki sendiri, burung ini justru disebut hindi, yang berarti “India.” Dalam bahasa Prancis, ia adalah dinde—singkatan dari poule d’Inde, “ayam dariContinue Reading

Ada satu momen yang hampir selalu sama di berbagai kota dunia: seseorang masuk ke kedai, menyebut satu nama, lalu secangkir kopi datang dengan karakter yang sangat spesifik. Di Yogyakarta, kita mungkin memesan “kopi tubruk.” Di Roma, cukup mengatakan espresso. Di New York, orang meminta americano. Di Istanbul, ada Türk kahvesi.Continue Reading