Di masa lalu, nama hampir selalu bekerja sebagai penanda yang tegas: ia memberi tahu dunia apakah seseorang laki-laki atau perempuan. Ketika seseorang bernama “Budi” atau “Siti”, hampir tidak ada ruang ambiguitas dalam pembacaan sosial. Namun hari ini, kepastian itu mulai melemah. Nama tidak lagi selalu mengungkap, tetapi kadang justru menundaContinue Reading

Seorang bayi lahir tanpa nama, tetapi hampir seketika ia diberi identitas yang tidak hanya membedakannya sebagai individu, tetapi juga menempatkannya dalam kategori sosial tertentu: laki-laki atau perempuan. Nama menjadi salah satu medium paling awal di mana dunia “membaca” tubuh. Ketika seseorang mendengar nama “Ahmad”, “Putri”, “Michael”, atau “Sakura”, hampir seketikaContinue Reading