Buku ini pada dasarnya adalah sebuah etnografi penamaan tempat (toponymy) yang tidak hanya memetakan nama-nama geografis, tetapi juga membuka lapisan-lapisan sosial, linguistik, dan kultural yang tersembunyi di baliknya. Sejak bagian Preface, Nash sudah mengajukan pertanyaan mendasar: bagaimana orang menamai tempat di komunitas pulau, dan sejauh mana hubungan dengan dunia luarContinue Reading

Di antara sekian banyak makanan yang telah menembus batas-batas negara, nasi goreng mungkin termasuk yang paling mudah dipahami—setidaknya secara nama. Dua kata yang sangat deskriptif: nasi yang digoreng. Tidak ada klaim geografis, tidak ada bahasa asing, tidak ada kesan eksotis yang disengaja. Ia terasa jujur, langsung, bahkan hampir terlalu sederhana.Continue Reading

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16