Nama Bugis di tanahnya sendiri sudah mengalami penurunan yang dramatis semenjak akhir abad ke-20. Akan tetapi, bagi beberapa orang Bugis yang tinggal di perantauan, nama Bugis justru digunakan sebagai peneguh identitas kultural, sekaligus sebagai pengingat kampung halaman. Mengabadikan Identitas Bugis Melalui Nama Sabda Tarotrinarta, seorang dosen ilmu komunikasi Universitas Tadulako,Continue Reading

Sebagai kelompok etnis terbesar di negara Muslim terbesar di dunia, orang Jawa menduduki posisi yang sangat strategis (dalam istilah demografis sederhana), karena praktik mereka dapat memberikan petunjuk tentang tren di wilayah tersebut. Sementara banyak pengamat memusatkan perhatian pada jilbab dan tanda-tanda visual lain dari tumbuhnya religiusitas di daerah tersebut, praktikContinue Reading

Secara tradisional, nama-nama Jawa bisa menjadi penanda klasifikasi sosial (kelas priyayi, kelas santri, kelas abangan, kelas bawah, kelas bangsawan, dan lain-lain), sekaligus sebagai penanda waktu atau kondisi ketika mereka dilahirkan. Namun, dalam 30 tahun terakhir, tradisi penamaan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi baru orang tua di Jawa dengan menggunakan nama-namaContinue Reading

[Nama-nama Arab merupakan salah satu komponen dari wacana Islam yang dinamis di Jawa. Jika nama-nama Arab di Jawa mengalami perubahan dan pertumbuhan, maka hal ini memiliki implikasi perubahan dalam masyarakat Islam di Jawa. Penelitian ini menunjukkan validitas pendekatan yang menggunakan nama sebagai jendela ke dalam budaya Jawa. Berdasarkan pada datasetContinue Reading

Wacana tentang nama-nama pribadi sebagai produk yang bermakna dari masyarakat dan budaya – dan bukan hanya sebagai manifestasi dari kreativitas linguistik – telah terus mendapatkan tempat di kalangan antropolog budaya dalam beberapa dekade terakhir, tetapi belum mencapai vitalitas yang dicapai oleh topik lain dalam domain penelitian. ‘bahasa dan budaya’, sepertiContinue Reading

Meskipun berjudul “Nama-Nama Indonesia”, buku ini sesungguhnya membahas tentang nama Jawa. Ini merupakan salah satu buku klasik terbitan tahun 1968, ditulis oleh R.D.S. Hadiwidjana, seorang dosen di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada. Buku ini mengulas pola-pola penamaan dalam masyarakat Jawa yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya,Continue Reading

Pada masa lalu, nama Jawa sering dikenali dari awalan “su” dan akhiran “o”, karena banyak tokoh terkenal dari Jawa yang demikian, seperti Sukarno, Suharto, Sutomo, dan lain-lain. Akan tetapi, nama Jawa sebenarnya lebih kompleks dari itu. Dalam masyarakat Jawa yang dianggap feodal terdapat struktur sosial yang terekspresikan melalui nama. MasyarakatContinue Reading

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20