Sebagai kelompok etnis terbesar di negara Muslim terbesar di dunia, orang Jawa menduduki posisi yang sangat strategis (dalam istilah demografis sederhana), karena praktik mereka dapat memberikan petunjuk tentang tren di wilayah tersebut. Sementara banyak pengamat memusatkan perhatian pada jilbab dan tanda-tanda visual lain dari tumbuhnya religiusitas di daerah tersebut, praktikContinue Reading

Secara tradisional, nama-nama Jawa bisa menjadi penanda klasifikasi sosial (kelas priyayi, kelas santri, kelas abangan, kelas bawah, kelas bangsawan, dan lain-lain), sekaligus sebagai penanda waktu atau kondisi ketika mereka dilahirkan. Namun, dalam 30 tahun terakhir, tradisi penamaan tersebut semakin ditinggalkan oleh generasi baru orang tua di Jawa dengan menggunakan nama-namaContinue Reading

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang memiliki sistem yang rumit dengan berbagai register kesopanan. Meskipun di dalamnya terdapat perbedaan kelas sosial yang diakomodasi dalam berbagai tindakan verbal, perbedaan itu tetap ditampilkan dan diekspresikan secara halus (Errington, 1988). Sebagai salah satu fitur linguistik, perbedaan-perbedaan itu juga tercermin dalam aspek nama dan penamaan diContinue Reading

Policy paper ini dikonstruksi berdasarkan riset lapangan yang meneliti pertumbuhan nama-nama orang Jawa di wilayah Sleman dan Gunungkidul sebagai sampel yang mewakili nama orang Jawa. Data nama dikoleksi dari data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 yang di-download dari website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (www.kpu.go.id). Data tentangContinue Reading

Di Sulawesi Selatan, dinamika penamaan berlangsung sangat dinamis. Nama khas masyarakat suku di wilayah ini semakin menurun, terutama di kalangan masyarakat suku Bugis dan Makassar. Sementara itu, meskipun policy paper ini tidak bisa menyajikan data tentang nama masyarakat suku Toraja karena kesulitan akses data tentang nama masyarakat Toraja di basisContinue Reading

1 2 3 4 5