Policy paper ini dikonstruksi berdasarkan riset lapangan yang meneliti pertumbuhan nama-nama orang Jawa di wilayah Sleman dan Gunungkidul sebagai sampel yang mewakili nama orang Jawa. Data nama dikoleksi dari data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 yang di-download dari website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (www.kpu.go.id). Data tentangContinue Reading

Di Sulawesi Selatan, dinamika penamaan berlangsung sangat dinamis. Nama khas masyarakat suku di wilayah ini semakin menurun, terutama di kalangan masyarakat suku Bugis dan Makassar. Sementara itu, meskipun policy paper ini tidak bisa menyajikan data tentang nama masyarakat suku Toraja karena kesulitan akses data tentang nama masyarakat Toraja di basisContinue Reading

Nama adalah kata panggilan seseorang, yang lazim disebut nama kecil atau nama babtis oleh pemeluk agama Kristen. Orangtua memilih nama anaknya yang akan disandang seumur hidup. Pergantian dapat terjadi oleh karena penyakit atau sebab lain. Kebiasaan ganti nama sudah lumrah dan mode di kalangan pemuda terlebih para artis dan selebritis.Continue Reading

Meskipun sudah banyak sarjana yang meneliti budaya Minang, tidak banyak dari mereka yang secara spesifik mendalami tentang penamaan. Rona Almos, Bahren, Zilda Alamanda dan Reniwati merupakan sedikit dari scholar di Indonesia yang melakukan penelitian tentang penamaan. Keempet peneliti dari Jurusan Sastra Daerah Program Studi Bahasa dan Sastra Minangkabau Fakultas SastraContinue Reading

Secara sederhana penamaan dapat dimaknai sebagai proses dimana orang dikelompokkan berdasarkan lingkungannya. Premis utama dari gagasan ini adalah bahwa nama merupakan aktivitas politik yang sangat dipengaruhi oleh isu-isu kekuasaan (Vuolteenaho dan Berg, 2017). Hal yang sama terjadi pula pada Komunitas Dayak di Kalimantan Barat. Penamaan yang ada pada komunitas tersebutContinue Reading