Di Sulawesi Utara, 15 ormas adat Minahasa baru saja menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) via Bandara Manado demi menjaga kerukunan, namun uniknya tetap mempersilakan beliau menuju wilayah Bolmut asalkan lewat pintu masuk Bandara Gorontalo. Kerukunan yang dimaksud dikentalkan dalam moto “Sulut Sulit Di-Sulut.” Trik “lewat jalur samping” ini membuktikanContinue Reading

Nama sering kali dibangun dalam struktur formal: lengkap, panjang, dan terikat pada garis keluarga, tradisi, serta administrasi negara. Ia dirancang untuk menetapkan posisi seseorang secara jelas—siapa ia, dari mana ia berasal, dan dalam struktur apa ia berada. Namun dalam praktik sosial, nama tidak selalu bekerja sesuai dengan kerangka formal tersebut.Continue Reading

Nama kadang diwariskan, kadang diberikan, tetapi dalam beberapa kasus ia justru diciptakan—dengan sadar, dengan tujuan tertentu, dan dengan konsekuensi yang melampaui individu yang menyandangnya. Dalam dunia politik modern, terutama pada awal abad ke-20, nama tidak lagi sekadar identitas personal, melainkan dapat menjadi instrumen—dibentuk, dipilih, dan digunakan untuk menegaskan posisi dalamContinue Reading

Nama tidak selalu lahir dari keluarga. Dalam beberapa situasi, terutama ketika seseorang bergerak di dalam dunia politik yang berisiko tinggi, nama justru dipilih, disusun, dan digunakan sebagai bagian dari strategi. Ia bukan sekadar penanda identitas, tetapi juga alat untuk bergerak—melintasi batas, menghindari pengawasan, dan membangun posisi dalam jaringan yang lebihContinue Reading

1 2 3