The Anthropology of Names and Naming (ed. Gabriele vom Bruck & Barbara Bodenhorn) merupakan salah satu karya penting dalam studi onomastika antropologis yang menempatkan nama bukan sebagai label sederhana, tetapi sebagai jendela untuk memahami relasi sosial, kosmologi, dan struktur kekuasaan dalam masyarakat. Buku ini berangkat dari asumsi dasar yang radikalContinue Reading

Naming and Reference karya R. J. Nelson dapat dibaca sebagai upaya yang tenang namun serius untuk menata ulang salah satu persoalan paling mendasar dalam filsafat bahasa: bagaimana kata-kata, khususnya nama, dapat merujuk pada dunia. Buku ini tidak hadir dengan nada revolusioner seperti Kripke, tetapi justru dengan pendekatan yang lebih reflektifContinue Reading

Buku Man in the Middle Voice: Name and Narration in the Odyssey karya John Peradotto adalah sebuah karya yang pada pandangan pertama tampak sebagai studi klasik tentang Homer, tetapi sesungguhnya jauh lebih dari itu. Ia adalah eksplorasi mendalam tentang bagaimana nama, identitas, dan narasi saling terjalin dalam membentuk subjek manusia.Continue Reading

Naming and Necessity karya Saul Kripke hadir sebagai sebuah intervensi besar dalam filsafat bahasa, terutama karena keberaniannya menggugat teori yang telah lama mapan. Selama beberapa dekade, para filsuf cenderung memahami nama sebagai sesuatu yang bekerja melalui deskripsi. Nama “Aristoteles”, misalnya, dianggap merujuk pada sosok tertentu karena ia memenuhi deskripsi sepertiContinue Reading

Ada kecenderungan dalam cara kita memandang angka: kita menganggapnya dingin, pasti, dan sepenuhnya berada di luar wilayah budaya. Angka seolah tidak membutuhkan sejarah—ia hanya ada, tinggal digunakan. Namun The Name of the Number karya Michael A. B. Deakin justru mengajak kita berjalan ke arah sebaliknya: melihat bahwa bahkan angka punContinue Reading

Buku Writing Colonisation pada dasarnya mengajak kita untuk melihat kolonialisme bukan sekadar sebagai peristiwa sejarah atau struktur politik, melainkan sebagai praktik semiotik—sebuah proses penulisan dunia. Kolonialisme, dalam pengertian ini, tidak hanya menaklukkan wilayah, tetapi juga menuliskan ulang realitas: memberi nama, mendefinisikan, mengklasifikasikan, dan pada akhirnya mengendalikan makna. Sejak awal, bukuContinue Reading

1 2