Loading...
Wacana

Identitas Minahasa: Sebuah Praktik Kuliner

’Sejarah’ budaya

Seperti yang telah saya coba jabarkan, identitas kesukuan Minahasa terkait erat dengan sejarah dan masa lalu, kesamaan leluhur, dan wilayah tertentu. Meskipun demikian, ’benda-benda budaya’-lah, sebagaimana hal itu disebut, yang mengisi baik kategori-kategori tentang maupun identifikasi mengenai orang-orang, tempat-tempat dan peristiwa-peristiwa di masa lalu dan masa kini, dengan suatu makna. ’Benda-benda budaya’ juga mendorong orang menghayati identitas mereka keterikatan (belonging), dan perbedaan. Dengan demikian, kebudayaan adalah salah satu penanda yang mendasari kesukuan, di Minahasa maupun di tempat lain. Waktu dan juga tempat merupakan faktor penting dalam melegitimasi identitas kesukuan dan semakin panjang sejarah yang dimiliki suku tertentu, keberadaan suku tersebut tampak semakin meyakinkan dan dapat dibenarkan. Mewakili kelompok suku tertentu, kebudayaan suku tersebut juga harus sama tuanya dan, meskipun proses modifikasi dan modernisasi selama bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad terjadi, harus tetap dapat ditelusuri jejaknya kembali ke zaman lampau. Kebudayaan dan tradisi, dalam pengertian populer diartikan sebagai lamanya keberadaan, kesinambungan dan kelengkapan, yang masing-masing saling berkelindan.

Keadaan di Minahasa bukanlah suatu perkecualian. Kisah sejarah dan legenda maupun sejarah keluarga yang kerap mengacu pada orangtua mitologis suku Minahasa, Toar dan Lumumuut atau leluhur-leluhur lain, menunjuk-kan signifikansi silsilah yang berpadu dengan kedalaman historis. Tidak menjadi masalah apakah para leluhur tersebut merupakan tokoh historis ataupun mitologis, bagaimanapun juga mereka telah membentuk sejarah politik dan sosial Minahasa serta menjadi dasar kebudayaan Minahasa. Walaupun demikian, pemerintah kolonial Portugis, Spanyol, dan terutama Belanda, dengan intensitas dan keberhasilan yang semakin meningkat memerintah negara dan mendidik penduduknya selama lebih dari 400 tahun, berpartisipasi cukup banyak dalam penenunan pola tradisi Minahasa. Baik adat lokal maupun kebudayaan Minahasa yang lebih luas merupakan produk pengaruh Barat dan kebiasaan nenek moyang sebelum masa kolonial. Akibat kedalaman waktu, gelombang penjajahan yang menyapu dari berbagai arah dan membawa produk sampingan kebudayaan mereka, masyarakat Minahasa dengan mudah meng-gabungkan kebudayaan dari luar dengan ’benda kebudayaan’ mereka sendiri. Hal ini tampak dalam kebiasaan seputar pernikahan. Dalam upacara gereja dan pesta pernikahan dapat ditelusuri jejak-jejak pernikahan Eropa sementara beberapa upacara lainnya, seperti negosiasi dan antar harta nikah serta bantuan timbal balik dari saudara dan tetangga dalam menyediakan hidangan untuk para tamu, disebut mapalus, berasal dari Minahasa sendiri.

Meskipun pengaruh Eropa pada perayaan pernikahan dan berbagai peristiwa kebudayaan lainnya tampak jelas di mata orang luar, orang Minahasa melihatnya sebagai bagian tradisi Minahasa dan adat lokal. Sejarah kolonial dan misi (mission) merupakan bagian dari sejarah dan identitas Minahasa, baik dalam bidang politik maupun budaya. Ini tidak berarti bahwa masyarakat Minahasa tidak membedakan antara berbagai jenis, tingkat dan asal-usul tradisi, dan tanpa memilah-milah menggabung-kan semua pengaruh modern dalam kebudaya-an yang sudah ada. Sebaliknya, faktor-faktor yang membedakan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota, dan bahkan di dalam masyarakat pedesaan itu sendiri, adalah tingkat dan kualitas ’tradisi otentik’ yang masih hidup dan dipraktikkan di daerah tersebut. Walaupun secara umum masyarakat menerima budaya dan pengaruh asing, dan dengan demikian menimbulkan perubahan dalam masyarakat Minahasa selama 150 tahun terakhir ini, penghargaan utama diberikan pada kelanggengan dan kesinambungan dalam manifestasi kebudayaan, yaitu ’tradisi’. Untuk dapat mengilustrasikannya lebih jelas, saya akan memfokuskan pembahasan pada aspek-aspek yang terdapat dalam konsumsi makanan dan kaitannya dengan identitas kesukuan dalam konteks tertentu pada bagian berikut ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.